Pages

Showing posts with label Moto Gp. Show all posts
Showing posts with label Moto Gp. Show all posts

05 April 2011

Ducati Siapkan Motor untuk Rossi

JEREZ -- Musim depan MotoGP menggunakan mesin 1000cc. Tidak mau kecolongan, Ducati langsung menyiapkan motor GP12. Persiapan tim asal Italia ini, akan berlangsung di Jerez, selama pekan ini.

Ducati dijadwalkan melengkapi tes mesin untuk menguji performa mesin dan ketahanan mesin GP12. Untuk menjajal kemampuan dynamo mesin, Ducati menyiapkan pembalap Franco Battaini dan manajer Vito Guareschi.

Tampilan dari motor GP12 memang tidak jauh berbeda dari GP11. Namun hasil akhir dari pembuatan dan tampilan GP12, akan diselesaikan oleh Valentino Rossi. "Ketika Rossi telah menentukan kemauannya, maka kami akan langsung menyiapkan motor baru buatnya," ujar Guareschi dilansir moto-racing.speedtv.com, Senin, 4 April.

"Kami sedang mengecek kekuatan dynamo mesin 1000cc, terkait performa dan ketahanan mesin. Kami berhasil menyelesaikan program itu dan mungkin kami akan mencoba kekuatan motor pekan depan," lanjutnya.

Jika daya tahan motor tidak masalah, jelas dia, pihaknya siap menggunakan motor GP12 pada sebuah tes yang akan berlangsung di Sirkuit Jerez pekan ini. Ini adalah langkah pertama motor GP12.

Kekecewaan memang masih terlihat jelas di wajah Valentino Rossi usai insiden yang melibatkannya dengan Casey Stoner. Meski demikian, Rossi mengaku puas dengan performa Desmosedici GP11 yang menurutnya bisa saja mengantarnya meraih podium pertama

Casey Stoner Tuding Marshal Favoritkan Rossi

MADRID : Pembalap Australia Casey Stoner menuding marshal MotoGP secara berkala lebih memfavoritkan Valentino Rossi saat dirinya dan Rossi bertabrakan dalam GP Spanyol, Minggu (3/4).

Motor Ducati yang dikendarai Rossi tergelincir dan menabrak motor Honda yang dikendarai Stoner di Sirkuit Jerez saat keduanya berlomba meraih posisi dua saat pertandingan menyisakan 20 lap lagi.

Saat marshal pertandingan membantu Rossi untuk kembali naik ke motornya, Stoner akhirnya terpaksa mengundurkan diri dari pertandingan karena motornya tidak bisa dihidupkan lagi.

"Saya rasa seandainya lebih banyak marshal yang membantu mendorong motor saya maka motor itu masih akan bisa berjalan. Namun, ternyata hanya satu orang yang membantu saya sementara sisanya membantu Rossi," keluh Stoner.

"Itu adalah masalah yang harus dihadapi semua pembalap yang berhadapan dengan Valentino Rossi. Sungguh tidak adil," imbuh juara MotoGP 2007 tersebut.

"Saya ingin ada tindakan mengenai masalah ini bukan hanya untuk saya namun juga untuk para pembalap lain. Seharusnya ada konsistensi dari apa yang dilakukan para marshal," pungkas Stoner

Jorge Lorenzo Samai Rekor Alex Criville

JEREZ - Jorge Lorenzo menyamai 15 kali rekor kemenangan mantan pembalap Alex Criville. Lorenzo menjadi pembalap kedua dari Spanyol yang meraih sukses di MotoGP.

Hebatnya dari lima pembalap yang terdepan di Sirkuit Jerez (Casey Stoner, Lorenzo, Marco Simoncelli, Andrea Dovizioso dan Ben Spies), Lorenzo merupakan satu-satunya pembalap yang tidak terjatuh dalam balapan MotoGP Spanyol, Minggu kemarin.

Kombinasi yang pas dari kecepatan dan kesabaran, ternyata menjadi kunci keberhasilan Lorenzo menjadi yang terbaik di Sirkuit Jerez. Kini, bintang Yamaha Racing itu memuncaki klasemen sementara MotoGP, sekaligus unggul sembilan poin dari Dani Pedrosa.

Praktis, ini adalah kemenangan pertama Lorenzo di lintasan basah. "Ini merupakan balapan yang paling sabar yang pernah saya lakukan. Ini kemenangan yang sangat luar biasa, dimana kami butuhkan dan saya merasa sangat senang," lanjutnya dilansir Crash.net, Senin (4/4/2011).

"Ini juga menjadi kemenangan pertama saya di lintasan basah, pertama kalinya. Kini, kami bisa fokus untuk meningkatkan performa motor kami, sehingga bisa meraih banyak poin pada balapan selanjutnya," tambah juara bertahan MotoGP itu.

"Raja Spanyol sempat berkata, saya akan menemukan keberuntungan, setelah bertemu di Madrid, Febuari lalu, ternyata dia benar. Dengan kompetisi yang sangat ketat, saya tak membayangkan bisa memimpin klasemen MotoGP," tandasnya.

Valentino Rossi Jelaskan Insiden Dia & Casey Stoner

JEREZ — Seri kedua MotoGP 2011 di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (3/4/2011), menghadirkan drama karena tujuh pebalap mengalami kecelakaan. Dari sejumlah insiden tersebut, Valentino Rossi dan Casey Stoner juga terlibat karena mereka bersenggolan di tikungan pertama pada lap ketujuh.
Ini benar-benar kesalahan saya dan saya harus meminta maaf kepada Casey. Saya tahu bahwa dia pasti sangat marah karena dia sama sekali tak membuat kesalahan. Saya langsung pergi minta maaf.
-- Valentino Rossi

Saat akan mendahului pebalap Repsol Honda itu dari sisi dalam, motor Rossi tergelincir dan jatuh sehingga Stoner yang persis di sampingnya harus ikut menanggung akibatnya. Kedua pebalap terjatuh dan bisa bangun lagi, tetapi Stoner langsung masuk garasi, sedangkan Rossi mampu meneruskan balapan dan finis di posisi kelima.

Tentang insiden ini, Rossi sudah meminta maaf kepada Stoner. Seusai balapan, "The Doctor" mendatangi garasi Honda untuk menyatakan rasa bersalahnya. Kini, Rossi memberikan keterangan lebih lanjut tentang apa yang terjadi sehingga dia "mengeluarkan" Stoner dari balapan di sirkuit yang sedang basah tersebut.

Menurut Rossi, sebenarnya dia tak berusaha untuk menyalip Stoner ketika mereka memperebutkan posisi kedua di GP Spanyol itu. Akan tetapi, perbedaan waktu dalam melakukan pengereman membuat kecelakaan tak terhindarkan.

Rossi mengawali balapan dengan sangat bagus. Start dari posisi ke-12, dia langsung naik satu strip dan terus merangsek ke depan. Pada lap ketujuh, dia sudah berada di barisan depan dan punya peluang besar untuk melewati Stoner, yang waktu itu menempati posisi kedua di belakang pebalap Gresini Honda, Marco Simoncelli.

Sayang, saat akan mendahului Stoner di tikungan, dia terjatuh dan terjadilah insiden tersebut. Padahal, menurut Rossi, dia berusaha mengerem untuk menghindari senggolan dan berharap Stoner kembali berada di depan.

"Ketika saya berada di belakang Stoner, saya tidak ingin menyalipnya waktu pengereman. Namun, saya mengerem sedikit lebih dalam dibanding dia, dan saya datang terlalu cepat sehingga tidak punya cukup ruang untuk belok dari sisi luar sehingga saya mencoba untuk lewat sisi dalam untuk mengurangi masalah pada kami berdua. Namun sayang, roda depan tergelincir dan saya juga menyeretnya keluar," urai Rossi.

"Ini benar-benar kesalahan saya dan saya harus meminta maaf kepada Casey. Saya tahu bahwa dia pasti sangat marah karena dia sama sekali tak membuat kesalahan. Saya langsung pergi minta maaf."

Ketika Rossi pergi meminta maaf kepada Stoner di pit Honda seusai balapan, kamera televisi sempat merekam sedikit percakapan dua pebalap tersebut. Stoner bertanya kepada Rossi mengenai kondisi bahunya, dan pebalap Australia tersebut mengatakan bahwa "ambisi melebihi bakatnya". Rossi hanya tertawa mendengar komentar rivalnya tersebut.

"Saya tidak tahu, mungkin dia tidak tahu persis siapa saya!" ujar Rossi kepada televisi Italia1. "Tapi tidak apa-apa, itu cukup adil, dia pasti marah dan saya pun mungkin demikian. Saya telah melakukan kesalahan dan bagi saya itu sangat penting untuk meminta maaf. Saya tidak begitu tertarik pada apa yang dikatakannya."

Mengenai jalannya balapan, Rossi sangat yakin dia punya kesempatan menjadi pemenang seandainya tidak mengalami kecelakaan. Meskipun demikian, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut tetap senang bisa finis di urutan kelima.

"Ketika lintasan basah, saya berhasil membukukan lap tercepat. Jadi, saya punya kesempatan yang bagus untuk memenangi balapan," ungkap Rossi.

"Pada akhirnya, tempat kelima adalah hasil yang positif bila berada di lintasan kering. Namun, di lintasan basah, kami lebih kompetitif. Cuaca saat balapan membuat kami beruntung, dan cuaca itu memberi kami kesempatan besar untuk meraih kemenangan pertama atau podium pertama dengan Ducati. Sayang, saya membuang kesempatan ini dengan melakukan sebuah kesalahan."

Tentang kondisi bahunya, yang sedang dalam proses penyembuhan akibat kecelakaan motokros pada awal tahun lalu, Rossi mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah masalah besar ketika tampil di sirkuit basah.

"Di trek basah saya bisa mengendarai motor 100 persen dengan kondisi bahu yang sekarang," ungkap Rossi. "Saya bisa mengerem dengan kondisi mataku bisa mengatakan untuk mengerem. Usaha pada bahu saat belapan di trek basah jauh lebih kecil lantaran cengkeraman ban kurang. Ini membuat saya optimistis."

The Doctor Meminta Maaf

Jerez - Rider Ducati Valentino Rossi dikenal cukup garang di lintasan balap moto GP. Namun ia juga cukup sportif jika melakukan kesalahan. Seperti yang terjadi Minggu (3/4), ia meminta maaf kepada Casey Stoner.

Pembalap kelahiran 16 Februari 1979 di Urbino Italia itu meminta maaf kepada Casey Stoner akibat tindakannya yang mengakibatkan rider Honda itu gagal finish di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (3/4/2011).

"Ini benar-benar kesalahan saya dan saya minta maaf kepada Casey (Stoner). Saya tahu dia sangat marah karena ia tidak melakukan kesalahan dan saya justru langsung pergi tanpa meminta maaf,” ujar Rossi seperti dikutip Autosport.

Seperti diketahui, Stoner terpaksa keluar dari lintasan setelah motor yang dikendarainya ditabrak oleh Rossi yang terjatuh dari motor tunggangannya (Desmosedici) di putaran ke delapan. Akibat kejadian itu Stoner terpaksa pulang dengan tangan hampa, sedangkan Rossi justru melesat ke peringkat lima dalam daftar pembalap di seri kedua di Jerez itu.

Pernyataan maaf pembalap bernomor punggun 46 di seri kedua di Jerez ini menambah kekaguman bagi sebagian orang terhadap sosok kharismatik dan populer di arena balapan roda dua ini. Rossi yang dijuluki ‘The Doctor’ namanya bakal melegenda.

The Doctor memulai karirnya di balapan di lomba go-kart pada 1985. Gelar yang di raih anak muda ini cukup fantastis yakni menjuarai empat kelas balapan motor yang berbeda-beda. Yakni di MotoGP (2002, 2003, 2004, 2005, 2008 & 2009 ), kelas 500 cc (2001), kelas 250 cc (1999) dan 125 cc (1997).

Bakat Rossi adu kecepatan di arena balap memang diturunkan dari ayahnya, mantan pembalap GP 250 cc Graziano Rossi dan Stefania Palma. Valentino Rossi telah memutuskan pindah dari Tim Fiat Yamaha ke Ducati Marlboro.

Namun kini Rossi sering terseok-seok di balapan Moto GP. Sepanjang sesi ujicoba musim dingin lalu, Rossi kerap terseok-seok untuk melakukan adaptasi dengan tunggangan barunya. Ia kerap tertinggal di belakang para pesaingnya di tim lain.

Setelah dua seri berlalu, rider asal Italia itu mengaku telah mengetahui kunci kemenangannya bersama GP 11 Desmosedici. Rossi mengklaim ia akan menjadi yang tercepat dalam lintasan basah.

"Ketika itu (lintasan) basah saya akan melakukan lap tercepat, jadi saya punya kesempatan yang jelas untuk memenangkan perlombaan," ungkap Rossi seperti dikutip Autosport.

Rossi memang tak bisa lepas dari optimisme. Ia mencatatkan hasil gemilang di sirkuit Jerez, Minggu (3/4). Rossi yang start di posisi ke-11 mampu melesat dan mencatatkan dirinya di peringkat kelima pada akhir balapan. Sampai kapan kejayaan Rossi bertahan? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

14 March 2011

Ben Spies Tak Sabar Gunakan Mesin 1000cc

Ben Spies tidak sabar saat MotoGP memasuki musim 2012. Rider Yamaha itu mengaku lebih cocok menggunakan motor 1000cc.

MotoGP akan menerapkan regulasi anyar musim 2012, salah satunya adalah meningkatkan kekuatan mesin dari 800cc menjadi 1000cc. Diharapkan MotoGP akan semakin menarik menggunakan 1000cc.

Musim lalu Spies sukses menyabet gelar Rookie of the Year dengan dua podium dan satu pole position bersama Yamaha Tech 3. Namun, rider asal Amerika Serikat itu menilai performanya bisa semakin apik jika menggunakan mesin 1000cc.

"Ketika 1000cc datang, semuanya akan jauh berbeda. Saya tidak sabar menunggu regulasi itu, karena gaya membalap saya akan lebih baik dengan motor itu," ujar Spies seperti dilansir Crash.net, Jumat 4 Maret 2011.

Spies terbukti sukses menggunakan 1000cc dengan menyabet tiga gelar Superbike dan satu Xtreme. Meski begitu, rekan setim Jorge Lorenzo musim ini tetap yakin bisa sukses menggunakan mesin 800cc.

"Saya pikir saya tidak melakukan banyak kesalahan menggunakan 800cc. Saya tinggal memperbaiki beberapa elemen kunci dan kami memiliki musim yang penting tahun ini," kilah Spies.

Yamaha sendiri rencananya akan mencoba prototipe motor 1000cc mereka dalam sebuah tes setelah MotoGP Italia di Mugello, 3 Juli 2011.

MotoGP 2011 akan mulai bergulir 20 Maret 2011 di Qatar. Sepekan sebelumnya akan dilakukan tes resmi ketiga.

Demi Ducati,Valentino Rossi Ubah Gaya

ROMA- Dua sesi ujicoba pramusim belum memuaskan kubu Ducati dan Valentino Rossi. Dengan status sebagai salah satu bintang utama MotoGP, kondisi tersebut membuat Rossi tak banyak diperhitungkan menuju musim 2011. Pamornya tertutup dominasi Honda di dua sesi ujicoba tersebut.Rossi pun harus berpacu dengan waktu untuk segera beradaptasi dengan motor barunya. Pembalap Italia itu mengakui dirinya tak memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan motor Ducati Desmosedici GP11. Karena itu, pemilik julukan "The Doctor" itu memastikan akan mengubah gaya membalapnya untuk menjinakkan motor barunya.

Sejak melakukan debutnya bersama Ducati pada uji coba post-season November 2010 hingga dua uji coba Februari, Rossi belum mampu menunjukkan penampilan yang menjanjikan. Padahal, peraih tujuh gelar juara dunia MotoGP tersebut diprediksi akan mengganggu Honda dan Yamaha di musim depan.

Rossi, yang penampilannya belum maksimal karena sedang dalam masa pemulihan pascaoperasi bahu, merasa bahwa Ducati tetap punya potensi membawanya jadi juara. Hanya saja, dia perlu cara yang ekstrem untuk menaklukkan GP11 yang dikenal liar itu.
"Untuk menguasai motor ini diperlukan tenanga ekstra melalui oversteer Itu berarti, bahwa ketika menikung Anda perlu sedikit ke belakang untuk mendapatkan slide lebih banyak," kata Rossi seperti dikutip Motosprint.

Menurutnya, tunggangan barunya memiliki perbedaan besar dengan motor YZR-M1 produksi Yamaha. Meski demikian, dia masih berharap dapat segera mencari jalan keluar dari masalah pengembangan yang terjadi pada motornya.

"Dalam hal ini, Ducati sangat berbeda dengan Yamaha. Tapi ini adalah upaya manuver yang saya lakukan untuk memecahkan masalah yang kami hadapi: menurut saya, seiring waktu, kami akan bisa banyak memperbaiki situasinya," terangnya. "(Menikung) adalah kekurangan kami. Tapi sekarang, hanya cara mengendarai motor ini yang harus diadaptasi, karena itu berkaitan dengan DNA motor," lanjutnya. Rossi yakin, beberapa kemajuan akan dicapai dengan perubahan pengesetan. Masih ada beberapa area yang bermasalah bagi Ducati.

"Saya berbicara tentang kebiasaan motor ketika melakukan akselerasi, kurva tenaga mesin, traksi kontrol, dan semua kendali elektronik. Saya yakin segera melihat sejumlah perbaikan karena para teknisi Ducati sangat bagus, dan saya sudah memberi mereka beberapa indikasi yang presisi," papar juara dunia kelas premier tujuh kali itu.

Sadar bahwa perlu waktu yang lebih banyak lagi untuk meningkatkan performa motor, Rossi mengatakan dirinya yang harus mengubah gaya membalap. Harapannya, dia bisa mereduksi kelemahan yang masih dimiliki Desmosedici GP11.

"Tergantung pada saya untuk beradaptasi dengan motor, juga karena kami hanya punya sedikit waktu untuk membuat perubahan besar. Sementara saya beradaptasi, kami akan terus bekerja untuk memperbaiki motor," katanya. Meski hasil yang diraih selama tes di Sepang tidak menggembirakan, Rossi tetap percaya diri bisa meraih kecepatan yang bagus bersama Ducati,. Dia tak mau putus asa hanya karena hasil latihan pramusim tersebut.

"Itu bukan berarti saya tidak berpikir kami bisa melakukannya. Saya tidak pernah menyerah, begitu juga dengan tim, dan tentu saja Ducati pun demikian," bebernya.
"Kami punya banyak ide, kami hanya perlu waktu untuk bekerja. Saya penasaran melihat apa rasanya motor ini di sirkuit-sirkuit lain, dimulai dari Qatar, dan dengan temperatur yang berbeda pula," ungkap pembalap 32 tahun itu.

MotoGP "Rossi Mulai Berbahaya di Paruh Kedua"

Mantan juara dunia MotoGP, Kevin Schwantz, mengaku masih tetap yakin dengan kehebatan Valentino Rossi. Menurut pebalap Amerika Serikat tersebut, "The Doctor" harus tetap diperhitungkan pada MotoGP 2011. Hanya saja, tambah pebalap legendaris asal Texas tersebut, Rossi akan berada dalam posisi untuk meraih kemenangan bersama motor barunya, Ducati GP11, sampai paruh kedua musim ini.

Memang, persiapan Rossi terganggu oleh kondisinya yang belum fit 100 persen. Pasalnya, peraih tujuh gelar juara dunia MotoGP tersebut sedang dalam pemulihan cedera pasca-operasi bahu pada pertengahan November lalu.

Dampaknya, performa pebalap berusia 32 tahun tersebut tak meyakinkan selama tes pra-musim bulan Februari lalu di Sepang, Malaysia. Juara dunia sembilan kali balap motor tersebut tak pernah bisa menembus posisi 10 besar. Alhasil, banyak kalangan menilai Rossi mengalami kesulitan pada debutnya bersama Desmosedici GP11.

Namun Schwantz, yang meraih gelar juara dunia kelas 500cc pada tahun 1993 bersama Suzuki, mengatakan bahwa terlalu dini menghakimi potensi Rossi. Menurutnya, performa sebenarnya Rossi baru bisa terlihat ketika kondisinya sudah 100 persen, karena dia mulai berbahaya di paruh kedua.

"Saya pikir Ducati harus menunggu sampai dia merasa nyaman dengan bahunya, sehingga mereka bisa menemukan secara pasti apa yang dia butuhkan sehingga kembali percaya diri lagi dalam membalap," ujar Schwantz kepada MCN.

"Anda selalu mendengarnya berbicara tentang seberapa banyak waktu yang hilang di trek. Tetapi anda tidak mendapatkan informasi yang anda perlukan untuk membuat motor lebih baik, jika pebalapmu tidak dalam kondisi 100 persen.

"Mereka harus menunggu sampai Valentino mengatakan dirinya sudah siap dan bisa membalap dengan baik. Kita tahu, dia dan Jerry Burgess bisa melakukan itu, tetapi saya pikir JB belum mau melakukan perubahan pada motor ketika dia tahu pebalapnya belum 100 persen.

"Tetapi saya melihat, dia akan meraih kemenangan di beberapa seri setelah pertengahan musim. Saya pikir mereka akan kehilangan cukup banyak poin di awal lantaran kebugaran Valentino, dan arah pengembangan Ducati. Tetapi sekali mereka sudah mulai nyaman dan percaya diri, saya pikir mereka akan mulai membuat kemajuan, seperti pada Yamaha dan Honda.

"Saya tahu, Valentino tidak di Ducati hanya karena untuk mengumpulkan uang. Dia ingin meraih kemenangan dan saya pikir, dia masih memiliki kemampuan untuk meraih gelar juara dunia."

Honda Perkasa,Pedrosa Tercepat

Losail - Dominasi Honda terus berlanjut. Pada tes resmi pra musim terakhir yang digelar di Qatar, tim pabrikan Jepang itu menempatkan Dani Pedrosa sebagai yang tercepat di hari pertama.

Di dalam tes yang berakhir Senin (14/3/2011) dinihari WIB di Sirkuit Losail, Qatar, Pedrosa mencatatkan waktu terbaik dengan 1 menit 56,217 detik dengan melalui 41 laps.

Pembalap Spanyol ini unggul 0,143 detik dari rekan se-timnya Casey Stoner yang berada tepat di belakangnya.

Honda Gresini juga mampu unjuk gigi dalam tes yang digelar malam hari ini. Hiroshi Aoyama sukses membuat waktu terbaik ketiga dengan 1 menit 56,444 detik.

Duo Yamaha melengkapi urutan lima besar. Ben Spies ada di posisi tercepat keempat setelah membukukan waktu 1 menit 56,563 detik disusul Jorge Lorenzo.

Sementara itu Valentino Rossi tampaknya masih belum juga nyetel dengan motor Ducatinya. Pembalap legendaris ini harus puas menempati urutan kedelapan dengan 1 menit 57,038 detik dan sempat terjatuh di awal balapan.


Hasil tes MotoGP Qatar hari pertama:

Pos Pembalap Tim Waktu
1. Dani Pedrosa Honda 1m56.271s 41
2. Casey Stoner Honda 1m56.414s + 0.143s 32
3. Hiroshi Aoyama Gresini Honda 1m56.444s + 0.173s 59
4. Ben Spies Yamaha 1m56.563s + 0.292s 38
5. Jorge Lorenzo Yamaha 1m56.682s + 0.411s 60
6. Colin Edwards Tech 3 Yamaha 1m56.742s + 0.471s 42
7. Andrea Dovizioso Honda 1m56.780s + 0.509s 56
8. Valentino Rossi Ducati 1m57.038s + 0.767s 57
9. Nicky Hayden Ducati 1m57.137s + 0.866s 57
10. Randy de Puniet Pramac Ducati 1m57.143s + 0.872s 39
11. Marco Simoncelli Gresini Honda 1m57.226s + 0.955s 57
12. Alvaro Bautista Suzuki 1m57.302s + 1.031s 61
13. Hector Barbera Aspar Ducati 1m57.325s + 1.054s 69
14. Loris Capirossi Pramac Ducati 1m57.437s + 1.166s 56
15. Karel Abraham Cardion Ducati 1m57.499s + 1.228s 49
16. Cal Crutchlow Tech 3 Yamaha 1m57.737s + 1.466s 51
17. Toni Elias LCR Honda 1m58.250s + 1.979s 65

10 November 2010

Ducati : Aksi Valentino Rossi Cukup Memuaskan

VALENCIA – Valentino Rossi memang hanya mampu menempati posisi 10 tes pertama MotoGP 2011. Namun, Ducati mengaku puas dengan aksi pembalap anyarnya tersebut.

Mantan bintang Fiat Yamaha tiba di garasi Ducati sekira 10:55 pagi waktu setempat, dimana direktur umum Filippo Preziosi, ketua kru Jeremy Burgess dan beberapa kru lainnya seperti teknisi dan juru mesin sudah menunggu kedatangannya.

Setelah pembalap ujicoba Franco Battaini menjajal motor Ducati GP11 yang masih bercat hitam, Rossi baru menjajal motor barunya itu untuk pertama kalinya sekira pukul 12:23 malam waktu setempat di Valencia.

Sejak memutuskan meninggalkan Yamaha beberapa waktu lalu, ni merupakan pertama kali pembalap yang sudah tujuh kaki menjadi juara dunia di berbagai kelas itu menjajal motor Ducati. Sayang Rossi gagal tampil maksimal dan harus puas berada di urutan 10.

Tapi Preziosi tidak kecewa dengan penampilan Rossi. “Ini merupakan hari menyenangkan tentunya. Hal terpenting adalah Rossi memberikan masukan yang positif dan kapasitasnya menganalisa motor kami. Kami sangat puas,” jelas Preziosi.

“Hari ini Rossi menjajal motor GP11 versi mesin ‘big bang’ dengan setingan masih standar, yang mana dia akan memodifikasikan motor itu sesuai dengan gaya membalapnya,” lanjut dia.

“Komentar pertama Rossi adalah positif terkait dengan kekuatan mesin, dan selanjutnya ia memberikan beberapa detil teknis yang menurut saya impresif,” tandasnya dikutip MotoGP.com, Rabu (10/11/2010).

Ben Spies Nikmati Debut dengan Fiat Yamaha

VALENCIA - Ben Spies mengaku sangat menikmati debut uji cobanya bersama Fiat Yamaha di Valencia. Pembalap asal Amerika itu berhasil menjadi pembalap ketiga yang tercepat.

Ya, semua pembalap mendapat kesempatan untuk melakukan uji coba MotoGP 2011-2012 usai seri terakhir GP Valencia. Spies sangat antusias ketika bisa menunggangi motor Fiat Yamaha untuk pertama kalinya.

Penyandang rookie terbaik musim ini berhasil mencatatkan waktu tercepatnya 1 menit 32.878 detik dengan menyelesaikan 42 lap. Mampu tampil cukup impresif, Spies mengaku mendapat kenyamanan ketika menunggangi motor barunya saat melakukan uji coba MotoGP 2011.

Meskipun motor sangat sama ketika saya balapan tahun lalu, namun ada banyak perubahan. Di hari pertama saya merasa sangat senang. Saya medapatkan kenyamanan dan saya bisa sangat cepat,” ujar mantan pembalap Monster Yamaha Tech3.

“Cengkeraman yang lebih banyak sangat membantu saya dan motor bekerja dengan baik. Tentunya secara keseluruhan paket terlihat baik di semua lintasan,” tandasnya kepada MCN, Rabu (10/11/2010)
.

Nicky Hayden Pembalap Ducati Tercepat

VALENCIA - Nicky Hayden memang belum menunjukan kecepatan impresifnya di sesi uji coba MotoGP 2011 di Valencia. Namun dengan catatan waktunya, pembalap asal Amerika itu menjadi pembalap Ducati yang tercepat.

Selama menjalani sesi uji coba dengan menggunakan Desmosedici GP11, Hayden mampu menorehkan waktu terbaiknya 1 menit 33.716 detik dengan melintasi 54. Sedangkan rekan setimnya Valentino Rossi kalah cepat dengan hanya selisih 0,1 detik dari Hayden.

Meski menjadi pembalap Ducati yang tercepat, namun Hayden merasa belum cukup puas dengan catatan waktunya. Kendati demikian penyandang jawara 2006 itu mengaku siap dan optimistis untuk menghadapi ajang balapan MotoGP musim depan

“Kami siap menghadapi musim 2011 dan kami telah membuat keputusan yang besar. Kami telah mencoba sesuatu hal yang banyak hari ini, terutama pada mesin,” ujarnya dikutip MotoGP, Rabu (10/11/2010).

“Hujan tidak memberikan keuntungan karena kami kehilangan beberapa waktu pagi ini karena kondisi trek tidak ideal. Namun kami bisa melintasi beberapa lap dan saya bisa katakan bahwa mesin dalam penyempurnaan,” jelasnya.

Awal yang Baik untuk Randy de Puniet

VALENCIA - Meski belum mencatatkan waktu yang sangat cepat, namun Randy de Puiet merasa cukup puas dan menilai awal yang baik bersama Pramac Ducati.

Randy de Puniet sangat menikmati saat menjalani uji coba MotoGP 2011 dengan menggunakan motor Pramac Ducati. De Puniet menyelesaikan 54 lap dengan catatan waktu 1menit 33.914 detik.

Meski belum memiliki perasaan yang menyatu dengan motornya, namun hasil perolehannya di uji coba memberikan pembalap asal Prancis motivasi untuk meningkatkan kecepatannya sebelum menghadapi musim 2011.

“Saya berada di sini untuk mempelajari motor dan saya tidak ingin membuat kesalahan. Kami melakukan pekerjaan dengan sangat baik siang hari ini, namun perjalanan kami masih panjang,” ujarnya kepadaMotoGP.com, Rabu (10/11/2010).

“Kesan pertama sangat bagus. Saya tidak merasa nyaman 100 persen dengan motor karena belum menemukan posisi saya, namun saya sangat yakin untuk melakukan test berikutnya dan terutama menghadapi tahun depan,” jelasnya.

“Kami puas dengan apa yang kami lakukan hari ini dan saya harap cuaca besok bisa mendukung dan kami akan bekerja keras untuk meningkatkan perasaan saya bersama motor,” tandasnya
.

Jorge Lorenzo Coba Sasis Baru

VALENCIA - Jorge Lorenzo masih menguasai trek di Valencia. Pembalap Fiat Yamaha itu dengan menggunakan sasis baru dan berhasil mencatatkan waktu tercepatnya di sesi uji coba MotoGP 2011-2012.

Hujan yang mengguyur di pagi hari membuat sesi uji coba sempat ditunda dan menunggu hingga trek kering. Namun bukan jadi masalah besar bagi penyandang jawara musim ini.

Setelah menjuarai GP Valencia akhir pekan kemarin, Lorenzo masih membuktikan perfoma impresifnya dan kembali mencatatkan waktu tercepatnya 1 menit 32.012 detik dengan mengitari 48 lap.

Meski baru menunggangi sasis teranyarnya di sesi uji coba, namun pembalap asal Spanyol itu mengaku sudah cukup puas dengan perfoma M1 2011.

“Hari ini kami mencoba sasis baru pada M1 2011 dan sangat bagus, meskipun masih terlalu awal untuk bicara banyak mengenai hal ini,” ujarnya kepada Crash.net, Rabu (10/11/2010).

“Kami juga mencoba suspensi ohlins baru dimana sangat baik di trek. Mesin terlihat sedikit mengalami kekurangan, namun kami akan melihat bagaimana besok di sesi berikutnya,” tambahnya.

Dovi Puas dengan Hasil Uji Coba Di Valencia

VALENCIA – Meski bukan menjadi pembalap yang tercepat, namun Andera Dovizioso merasa sangat puas dengan catatan waktunya saat menjalani sesi latihan di Valencia.

Andrea Dovizioso mendapatkan keuntungan ketika mencoba sasis baru di sesi uji coba. Ya, pembalap Repsol Honda it berhasil mampu melintasi 50 lap dengan catatan waktu terbaiknya 1 menit 33.190 detik.

Dovi merasa motornya mengalami peningkatan dengan stabilitas sehingga membuatnya mampu menggeber motornya dengan sangat cepat. Dengan demikian untuk sesi berikutnya, pembalap asal Italia itu akan berusaha memperbaiki catatan waktunya.

“Kami mencoba sasis baru dan lengan sayap baru di musim 2011, kami merasa sedikit perbedaan. Sasis baru memberikan stabilitas di bagian belakang. Mencatatkan waktu lap dengan mudah tanpa terlalu berupaya keras, ini cukup positif,” ujarnya.

“Rencana untuk besok adalah mencoba sasis lainnya dan beberapa settingan elektronik. Kami juga akan mencoba fork 2011 telah yang dimodifikasi,” jelas Dovi.

“Besok cuaca diprediksi akan bagus dan saya fokus untuk bisa melanjutkan sesi uji coba ini dengan lebih baik,” tutupnya kepada situs MotoGP, Rabu (10/11/2010).

Valentino Rossi Cium Yamaha YZR M1

Valencia - Valentino Rossi mengucapkan selamat tinggal kepada sepeda motor Yamaha YZR M1, usai MotoGP seri Valencia yang merupakan seri terakhir MotoGP musim 2010, Minggu (7/11).

"Hari ini adalah hari yang paling emosional bagi saya. Saya berterimakasih kepada Yamaha dan seluruh anggota tim yang telah bekerja dengan saya selam tujuh musin," ujar Rossi yang memiliki julukan The Doctor.

Meski meraih juara ketiga di MotoGP Valencia dan menduduki posisi ketiga di klasemen MotoGP sepanjang musim 2010, foto Rossi mencium sepeda motor YZR M1 yang ia tunggangi sepanjang 2010 menghiasi halaman olahraga di beberapa media massa di dunia.

Rossi berlutut dengan kaus berwarna kuning bertuliskan Bye Bye Baby mencium bagian depan motornya. Usai mencium motornya, Rossi kembali ke paddock untuk prosesi podium.

Rossi akan pindah ke tim Ducati tahun depan.

Jorge Lorenzo, rekan satu tim Valentino Rossi di tim Fiat Yamaha berhasil menjuarai MotoGP Valencia. Pembalap dari tim Ducati, Casey Stoner, menduduki posisi kedua MotoGP Valencia

Tes Perdana Valentino Rossi Mengecewakan

Valencia - Uji perdana Valentino Rossi bersama Ducati ternyata mengecewakan. Dia hanya mencatat waktu terbaik ke-10 dalam tes yang berlangsung di Valencia.
Pembalap Italia yang baru saja meninggalkan Fiat Yamaha untuk bergabung dengan Ducati, termasuk satu dari 17 pembalap yang melakukan tes di Valencia. Rossi tampil bersama rekan setimnya yang baru, Nicky Hayden.
Tampaknya juara dunia tujuh kali itu masih membutuhkan waktu untuk nyetel dengan Ducati. Buktinya, pada tes pertama yang berlangsung pukul 14.00 waktu setempat, dia hanya mencatat waktu 1 menit 35,134 detik. Dia tertinggal lebih satu detik dibanding Dani Pedrosa yang mencatat waktu tercepat saat itu, 1 menit 33,772 detik.
Tak hanya Rossi, mantan pembalap Ducati, Casey Stoner juga melakukan tes dengan tim barunya, HRC. Dibanding Rossi, Stoner masih mencatat waktu yang lebih baik, yakni 1 menit 34,342 detik.
Setelah melakukan empat kali sesi tes dalam sehari itu, Rossi pada akhirnya malah mencatat waktu terbaik ke-10. Dia hanya membukukan waktu 1 menit 33,882 detik setelah 56 kali memutari sirkuit. Dia bahkan masih di bawah Nicky Hayden yang menduduki peringkat kesembilan dengan 1 menit 33,716 detik.
Posisi teratas masih ditempati juara dunia baru, Jorge Lorenzo. Mantan rekan setim Rossi di Fiat Yamaha itu mencatat waktu hampir dua detik lebih cepat dibanding Rossi, yakni 1 menit 32,012 detik. Stoner juga tampil ciamik, menduduki posisi kedua dengan 1 menit 32,775 detik. [ing]

Hasil tes
1. Jorge Lorenzo (Spa/Yamaha Factory Racing) 1:32,012 dt
2. Casey Stoner (Aus/HRC) 1:32,775 dt
3. Ben Spies (AS/Yamaha Factory Racing) 1:32,878 dt
4. Dani Pedrosa (Spa/Repsol Honda Team) 1:32,912 dt
5. Marco Simoncelli (Ita/San Carlo Honda Gresini) 1:32,919 dt
6. Andrea Dovizioso (Repsol Honda Team) 1:33,190 dt
7. Colin Edwards (AS/Monster Yamaha Tech 3) 1:33,513 dt
8. Alvaro Bautista (Spa/Rizla Suzuki MotoGP) 1:33,558 dt
9. Nicky Hayden (AS/Ducati Marlboro Team) 1:33,716 dt
10. Valentino Rossi (Ita/Ducati Marlboro Team) 1:33,882 dt
11. Randy de Puniet (Fra/Pramac Racing) 1:33,914 dt
12. Hiroshi Aoyama (Jpn/San Carlo Honda Gresini) 1:33,953 dt
13. Hector Barbera (Spa/Paginas Amarillas Aspar) 1:34,110 dt
14. Cal Crutchlow (Eng/Monster Yamaha Tech 3) 1:34,314 dt
15. Loris Capirossi (Ita/Pramac Racing) 1:34,631 dt
16. Toni Elias (Spa/LCR Honda MotoGP) 1:35,058 dt
17. Karel Abraham (Cze/Cardion AB Motoracing) 1:35,076 dt

Jorge Lorenzo Tercepat di Sesi Tes Pascamusim Valencia

Valencia - Juara Dunia Jorge Lorenzo menjadi yang tercepat di hari pembukaan sesi tes pascamusim di sirkuit Valencia, sedang rekan barunya Ben Spies menyusul di posisi kedua.

Pembalap Yamaha itu berhasil menjadi yang tercepat menggunakan motor Yamaha terbaru M1 dan menyelesaikan 38 lap dengan catatan waktu satu jam 32 menit dan 0,21 detik. Sementara, rekan baru Lorenzo, Ben Spies, berada di posisi kedua dengan selisih waktu 0,866 detik.

"Hari ini kami mencoba menggunakan motor M1 untuk balapan musim 2011 dan hasilnya sangat bagus sekali, walaupun masih terlalu awal untuk mengatakannya. Kami juga mencoba suspensi Ohlins yang menurut saya bagus. Mesin terbaru agak sulit untuk dibuat jumping, tapi kita akan lihat di sesi tes besok," ungkapnya padaautosport.

Rekan setim Lorenzo, Ben Spies, juga mencatatkan hasil yang memuaskan dalam sesi tes ini. terkait hasil bagus tersebut, pembalap asal Amerika itu tak kuasa menahan kegembiraannya.

"Saya sangat bahagia dengan tim di hari pertama ini, banyak hal yang baru, termasuk prototipe M1. Banyak perubahan dari musim lalu, jadi saya butuh waktu untuk terbiasa bekerjasama dengan para teknisi hebat Yamaha dari Jepang," akunya.

"Saya punya tim mekanik yang baru belajar mengenal motor ini dan saya pun masih belajarmengenal motor ini. saya sangat bahagia dan saya rasa masih banyak yang bisa digali dari motor ini," pungkasnya.

Hasil Kualifikasi

1. Jorge Lorenzo Yamaha Factory Racing 1:32.012 38
2. Ben Spies Yamaha Factory Racing 1:32.878 + 0.866 42
3. Andrea Dovizioso Repsol Honda Team 1:33.190 + 1.178 35
4. Casey Stoner HRC 1:33.261 + 1.249 27
5. Dani Pedrosa Repsol Honda Team 1:33.336 + 1.324 26
6. Colin Edwards Monster Yamaha Tech 3 1:33.513 + 1.501 49
7. Marco Simoncelli San Carlo Honda Gresini 1:33.578 + 1.566 39
8. Valentino Rossi Ducati Team 1:33.882 + 1.870 46
9. Alvaro Bautista Rizla Suzuki MotoGP 1:33.921 + 1.909 39
10. Nicky Hayden Ducati Team 1:33.998 + 1.986 35
11. Hector Barbera Paginas Amarillas Aspar 1:34.110 + 2.098 54
12. Randy De Puniet Pramac Racing Team 1:34.142 + 2.130 45
13. Hiroshi Aoyama San Carlo Honda Gresini 1:34.181 + 2.169 49
14. Loris Capirossi Pramac Racing Team 1:34.631 + 2.619 53
15. Cal Crutchlow Monster Yamaha Tech 3 1:34.924 + 2.912 40
16. Toni Elias LCR Honda MotoGP 1:35.808 + 3.796 45
17. Karel Abraham Cardion AB Motoracing 1:37.434 + 5.422 30

Rossi Langsung Jajal Ducati

Valencia - Baru juga menanggalkan kostum Fiat Yamaha, Valentino Rossi langsung menjajal Ducati. Dia melakukan untuk pertama kalinya di Sirkuit Valencia, Spanyol.
Mengenakan jaket hitam-kuning dan helm dengan tanda ? di atasnya, Rossi menunggangi Ducati berwarna hitam. Juara dunia MotoGP tujuh kali itu masih tetap menggunakan nomor keramatnya, 46. Tapi, pembalap asal Italia itu harus menunggu sampai pukul 12.20 waktu setempat sampai kondisi di lintasan Valencia membaik setelah awalnya sempat diguyur hujan.

Dikelilingi wartawan foto dan kamera televisi, Rossi meninggalkan pit dengan ban basah. Sejumlah mekanik menyaksikan kepergiannya menjajal lintasan. Para mekanik itu sebagian berasal dari Fiat Yamaha yang pindah bersamanya ke Ducati. Bos Ducati, Filippo Preziosi pun ikut menyaksikan.
Sebelumnya, pembalap penguji Ducati, Franco Battani, dan pembalap baru Pramac Ducati, Loris

Capirossi adalah satu-satunya pembalap yang mencoba menjajal sirkuit sebelum Rossi.
Rossi pindah ke Ducati setelah tujuh tahun membela Yamaha, yakni antara 2004-2010. Sebelumnya, dia membalap menggunakan Honda sepanjang 2000-03.

Casey Stoner Mengaku Tak Campakkan Dovizioso

Valencia - Bergabungnya Casey Stoner di tim Repsol Honda, ternyata tak menganggu posisi Andrea Dovizioso. Dia tetap dipertahankan dan Honda bakal tampil dengan tiga pembalap.
Posisi Dovizioso sempat terkatung-katung dengan bergabungnya Stoner dari Ducati. HRC sendiri berharap bisa menurunkan tiga pembalap pabrikan. Persoalannya, persoalan dana sempat membuat Dovizioso hampir saja terbuang ke tim satelit Honda, RCV.
Tapi, manajemen Dovizioso menegaskan dia sudah memenuhi seluruh persyaratan dalam kontrak untuk membalap bersama tim pabrikan musim mendatang. Dan, Honda memastikan itu jalan yang akan mereka tempuh.
Selain itu, Dovizioso juga akan tetap didukung raksasa minyak Spanyol, Repsol. Mereka mengumumkan tak hanya meningkatkan nilai sponsor untuk tim dengan tiga pembalap ini, tapi juga sepakat memperpanjang kontrak dengan HRC untuk dua tahun ke depan.
Dengan bangga kami umumkan, partner kami, Repsol, sekali lagi akan bergabung bersama kami dalam upaya merebut gelar juara dunia MotoGP tahun depan. Kemitraan Honda dengan Repsol sudah berlangsung lama dan sukses. Kami bangga bisa bersama-sama kembali menatap masa depan, ujar Presiden HRC, Tetsuo Suzuki.
Dovizioso, pendatang baru terbaik 2008 bersama tim JiR Team Scot, mampu memenangkan balapan bersama Repsol pada 2009. Musim ini, dia mengawalinya dengan bagus, sempat mengalahkan Dani Pedrosa di putaran-putaran awal. Tapi, belakangan dia mulai tertinggal di belakang Pedrosa. Tapi, Dovizioso masih bisa menduduki peringkat kelima dalam perolehan poin